Ketika Menjadi Mahasiswa UIN Mataram
TEORI HUMANISTIK
Perdebatan di kelas, MK ini diampu oleh Dr. Emawati, M.Ag.
Akreditasi UIN Mataram 2021-2024
Yudisium 2022
Cinta Betepuk Tepuk -untuk Kelas A -S2 -PAI 2020
Videonya >>> Hanya untuk dikenang
Layak dan dianggap pantas untuk dipublish
TEORI HUMANISTIK
Perdebatan di kelas, MK ini diampu oleh Dr. Emawati, M.Ag.
Akreditasi UIN Mataram 2021-2024
Yudisium 2022
Cinta Betepuk Tepuk -untuk Kelas A -S2 -PAI 2020
Videonya >>> Hanya untuk dikenang
![]() |
Ki Hajar Dewantara mengedepankan konsep pendidikan yang berorientasi pada perkembangan holistik dan kesejahteraan murid. Beliau menekankan bahwa pendidikan harus mendukung pertumbuhan individu secara menyeluruh, mencakup aspek akademis, emosional, dan sosial. Di sisi lain, Pratap Triloka menyoroti pentingnya pengembangan karakter dan moral sebagai inti dari proses pendidikan. Keduanya menekankan bahwa dalam pengambilan keputusan di dunia pendidikan, kita harus mempertimbangkan tidak hanya hasil akademis, tetapi juga perkembangan karakter dan kesejahteraan murid secara keseluruhan.
Nilai-nilai pribadi seperti keadilan, empati, dan integritas merupakan landasan penting dalam proses pengambilan keputusan sebagai seorang guru. Keputusan yang diambil harus mencerminkan nilai-nilai ini untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tidak hanya etis tetapi juga mendukung kesejahteraan murid dan menciptakan lingkungan belajar yang positif dan inklusif.
Pentingnya nilai-nilai tersebut dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan murid secara holistik.
Materi tentang pengambilan keputusan sangat terhubung dengan sesi coaching dalam Program Guru Penggerak. Coaching menawarkan kesempatan untuk merefleksikan dan mengevaluasi keputusan yang telah diambil, serta memastikan apakah keputusan tersebut sudah efektif dalam konteks pembelajaran. Sesi coaching juga berperan penting dalam mengidentifikasi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin masih belum terjawab, serta memberikan umpan balik yang konstruktif untuk penyempurnaan keputusan dan praktik mengajar. Pentingnya refleksi dan umpan balik dalam proses pengambilan keputusan serta praktik pembelajaran.
Kemampuan guru dalam mengelola aspek sosial dan emosional memegang peranan krusial dalam proses pengambilan keputusan, terutama ketika menghadapi dilema etika. Kemampuan ini membantu guru untuk membuat keputusan yang lebih bijaksana dan adil, serta mengurangi potensi dampak negatif pada murid dan lingkungan belajar. Dengan mengelola emosi secara efektif, guru dapat memastikan bahwa keputusan yang diambil mempertimbangkan kesejahteraan murid dan menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung. Pentingnya pengelolaan sosial dan emosional dalam konteks pengambilan keputusan dan dampaknya terhadap murid.
Studi kasus yang berfokus pada masalah moral dan etika menekankan pentingnya nilai-nilai yang dipegang oleh pendidik. Melalui evaluasi keputusan dalam konteks studi kasus ini, kita dapat memastikan bahwa keputusan yang diambil konsisten dengan prinsip-prinsip etika dan nilai-nilai pendidikan yang mendasari praktik pengajaran kita. Ini membantu pendidik untuk tetap berada di jalur yang sesuai dengan tujuan pendidikan yang holistik dan berorientasi pada kesejahteraan murid. Menekankan keselarasan antara keputusan yang diambil dengan nilai-nilai pendidikan dan etika.
Lingkungan Positif dan Kondusif: Keputusan yang tepat berkontribusi pada terciptanya lingkungan belajar yang positif, aman, dan nyaman. Pengambilan keputusan yang mempertimbangkan kebutuhan murid dan dampaknya terhadap lingkungan belajar akan menciptakan suasana yang mendukung perkembangan murid.
Tantangan dalam pengambilan keputusan sering kali mencakup penyesuaian terhadap perubahan paradigma di lingkungan pendidikan. Perubahan dalam pendekatan kurikulum, pemanfaatan teknologi, atau kebutuhan murid mempengaruhi cara keputusan diambil. Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan ini sangat penting untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil tetap relevan dan efektif dalam mendukung perkembangan murid dan inovasi dalam praktik pendidikan.yang menekankan betapa pentingnya menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di lingkungan pendidikan untuk menjamin bahwa keputusan yang dibuat tetap efektif dan mendukung perkembangan murid.
Ketika membuat keputusan tentang pembelajaran, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan dan potensi unik setiap siswa. Keputusan yang dirancang untuk mendukung keberagaman potensi siswa akan memperkaya pengalaman belajar mereka dan memberikan mereka kesempatan untuk berkembang secara maksimal. Dengan pendekatan ini, siswa diberdayakan untuk mengeksplorasi dan mencapai potensi penuh mereka, sejalan dengan prinsip pendidikan yang inklusif dan berbasis pada kebutuhan individu. Perhatian terhadap kebutuhan dan potensi individu siswa dalam proses pengambilan keputusan pendidikan.
Keputusan yang diambil oleh pemimpin pembelajaran memiliki dampak besar terhadap masa depan siswa. Keputusan yang mendukung pengembangan keterampilan, karakter, dan kesejahteraan siswa tidak hanya membantu pertumbuhan mereka saat ini, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk sukses di masa depan. Pemimpin pembelajaran harus fokus pada kebutuhan holistik siswa dan membuat pengalaman belajar yang positif dan berkelanjutan.Ini menunjukkan betapa pentingnya membuat pilihan yang membantu perkembangan siswa secara keseluruhan dan memengaruhi peluang mereka untuk sukses di masa depan.
Pemahaman tentang dilema etika, paradigma pengambilan keputusan, dan prinsip-prinsip pengambilan keputusan memberikan alat untuk membuat keputusan yang lebih bijaksana dan etis. Modul ini telah mengajarkan bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan dengan pengambilan keputusan dan bagaimana refleksi serta coaching membantu dalam proses ini.
Modul ini membangun pemahaman dari modul-modul sebelumnya dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip karakter, pengelolaan lingkungan belajar, dan pendekatan berbasis nilai dalam konteks pengambilan keputusan.
Modul ini memperdalam pemahaman tentang dilema etika, bujukan moral, paradigma pengambilan keputusan, dan langkah-langkah pengambilan keputusan. Ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana membuat keputusan yang tidak hanya efektif tetapi juga etis.
Sebelum modul ini, saya mungkin telah membuat keputusan dalam situasi dilema etika tanpa panduan yang jelas. Setelah mempelajari materi ini, saya kini memiliki kerangka kerja yang lebih solid untuk menangani dilema dan membuat keputusan yang lebih baik, berdasarkan prinsip-prinsip yang telah dipelajari.
Kegiatan Buka Bersama (Bukber) diadakan dengan sederhana. Dilaksanakan pada akhir masuk sekolah setelah akhirnya akan libur, kegiatan ini dilaksankan pada hari rabu atau malam kamis, 24 Ramadhan 1445 H. / 3 April 2024. Walaupun kelihatan sederhana tidak mengurangi khidmatnya kegiatan tersebut. Kegiatan ini adalah kegiatan yang dinantikan oleh siswa. S. Abdul Jalil Al Idrus, M.Pd. selaku Guru PAI di sekolah tersebut, menyempatkan diri untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Hal ini juga sesuai arahan M. Zainil Mansur, S.Pd.SD selaku Kepala SDN 3 Ketapang Raya Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. “Rasa-rasanya kurang afdhol jika tidak melaksanakan kegiatan bukber ini” imbuhnya.
![]() |
| Membaca Surat Yasin dan Surat-Surat Pendek |
Kegiatan Berbuka bersama
diawali dengan membaca surat yasin, surat-surat pendek dan ditutup dengan do’a pusaka. Diikuti oleh sebagian guru
yang berkesempatan hadir dan siswa-siswi SDN 3 Ketapang Raya Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur.
![]() |
| Buka bersama SDN 3 Ketapang Raya |
Karena
waktu untuk berbuka belum tiba. Maka, disampaiakan tausyiah oleh Guru PAI (S.
Abdul Jalil Al Idrus, M.Pd.), selama kurang lebih tiga puluh menit. Setelah
adzan berkumandang, acara dilakukan dengan berbuka bersama, dan tentunya berdo’a berbuka
puasa bersama. Ibu-ibu menyediakan santapan/takjil ala kedar juga. Makanan dibawa
dari rumah dan sebagian disiapkan oleh orang tua atau wali murid yang
menyediakan makanan untuk anak-anaknya.
Setelah berbuka kegiatan dilanjutkan dengan sholat magrib berjamaah sesuai yang telah dijadwalkan. Sholat magrib berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan arahan kepala sekolah tentang pentingnya berbuka puasa, beliau juga menyampaikan keistimewaan bulan ramadhan dan malam lailatul qadr di sela antara waktu magrib dan isya.
https://photos.app.goo.gl/mCnxrJNaLNr5gM7bA
Tiba saatnya mengumandangkan adzan isya. Adzan isya’pun dikumandangkan oleh Abizar siswa kelas 5 SDN 3 Ketapang Raya, dan sholat isya’ secara berjamaah.
https://photos.app.goo.gl/gKFehmMAYW345Vdm8
Kegiatan dilanjutkan dengan sholat tarawih berjamaah dan uraian peringatan nuzulul quran oleh S. Abdul Jalil Al Idrus, M.Pd. selaku Guru PAI di SDN 3 Ketapang Raya sampai akhir kegiatan semua guru dan siswa bersalam-salam.